Dunia Pria, Gaya Hidup, Kesehatan

Aside Perbedaan Kencing, Wadi, Madzi dan Mani

Sebagai seorang pria normal yang sudah mengalami masa baligh, tentunya anda pernah merasakan mimpi basah bukan? Mimpi basah itu bukan mimpi basah-basahan karena disiram air seember, tapi keluarnya sperma atau mani ketika tidur dikarenakan anda mimpi melakukan hubungan dengan lawan jenis kita hehe. Atau bagi anda yang sudah menikah, tentu mengenal apa itu horny dan orgasme yang keduanya berkaitan juga dengan masalah madzi, mani atau sperma. Duuh.. ini lagi bahas apaan sih? Ssst.. anda jangan berisik. Sebagai seorang pria anda harus tahu masalah ini, apalagi jika anda seorang muslim, maka akan ada hukum fiqh yang berkenaan dengan masalah ini. Untuk itu saya akan memberitahukan kepada anda tentang perbedaan antara kencing, wadi, madzi dan mani.

Perlu anda ketahui ya para cowok.. Sebenarnya ada empat jenis cairan yang biasa keluar dari kemaluan kita. Yaitu Air kencing, Wadi, Madzi dan Mani. Nah berikut definisi dari keempat cairan di atas, yang dari definisi tersebut bisa dipetik sisi perbedaan di antara mereka:

  1. Kencing: Masyhur sehingga tidak perlu dijelaskan, dan dia najis berdasarkan Al-Qur`an, Sunnah, dan ijma’.
  2. Wadi: Cairan tebal berwarna putih yang keluar setelah kencing atau setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan, misalnya berolahraga berat. Wadi adalah najis berdasarkan kesepakatan para ulama sehingga dia wajib untuk dicuci. Dia juga merupakan pembatal wudhu sebagaimana kencing dan madzi.
  3. Madzi: Cairan tipis dan lengket, yang keluar ketika munculnya syahwat, baik ketika bermesraan dengan wanita, saat pendahuluan sebelum jima’, atau melihat dan mengkhayal sesuatu yang mengarah kepada jima’. Keluarnya tidak terpancar dan tubuh tidak menjadi lelah setelah mengeluarkannya. Terkadang keluarnya tidak terasa. Dia juga najis berdasarkan kesepakatan para ulama berdasarkan hadits Ali yang akan datang dimana beliau memerintahkan untuk mencucinya.
  4. Mani: Cairan tebal yang baunya seperti adonan tepung, keluar dengan terpancar sehingga terasa keluarnya, keluar ketika jima’ atau ihtilam (mimpi jima’) atau onani -wal ‘iyadzu billah-, dan tubuh akan terasa lelah setelah mengeluarkannya.

Dan berhubung kencing dan wadi sudah jelas kapan waktu keluarnya sehingga mudah dikenali, maka berikut kesimpulan perbedaan antara mani dan madzi:

  • Madzi adalah najis berdasarkan ijma’, sementara mani adalah suci menurut pendapat yang paling kuat.
  • Madzi adalah hadats ashghar (kecil) yang cukup dihilangkan dengan wudhu, sementara mani adalah hadats akbar (besar) yang hanya bisa dihilangkan dengan mandi junub.
  • Cairan madzi lebih tipis dibandingkan mani.
  • Mani berbau, sementara madzi tidak (yakni baunya normal).
  • Mani keluarnya terpancar, berbeda halnya dengan madzi. Allah Ta’ala berfirman tentang manusia, “Dia diciptakan dari air yang terpencar.” (QS. Ath-Thariq: 6)
  • Mani terasa keluarnya, sementara keluarnya madzi kadang terasa dan kadang tidak terasa.
  • Waktu keluar antara keduanyapun berbeda sebagaimana di atas.
  • Tubuh akan melemah atau lelah setelah keluarnya mani, dan tidak demikian jika yang keluar adalah madzi.

Karenanya jika seseorang bangun di pagi hari dalam keadaan mendapatkan ada cairan di celananya, maka hendaknya dia perhatikan ciri-ciri cairan tersebut, berdasarkan keterangan di atas. Jika dia mani maka silakan dia mandi, tapi jika hanya madzi maka hendaknya dia cukup mencuci kemaluannya dan berwudhu. Berdasarkan hadits Ali -radhiallahu anhu- bahwa Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda tentang orang yang mengeluarkan madzi:

Cucilah kemaluanmu dan berwudhulah kamu.” (HR. Al-Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303)

Anas bin Malik -radhiallahu anhu- berkata:

“Bahwa Ummu Sulaim pernah bercerita bahwa dia bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam tentang wanita yang bermimpi (bersenggama) sebagaimana yang terjadi pada seorang lelaki. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Apabila perempuan tersebut bermimpi keluar mani, maka dia wajib mandi.” Ummu Sulaim berkata, “Maka aku menjadi malu karenanya”. Ummu Sulaim kembali bertanya, “Apakah keluarnya mani memungkinkan pada perempuan?” Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Ya (wanita juga keluar mani, kalau dia tidak keluar) maka dari mana terjadi kemiripan (anak dengan ibunya)? Ketahuilah bahwa mani lelaki itu kental dan berwarna putih, sedangkan mani perempuan itu encer dan berwarna kuning. Manapun mani dari salah seorang mereka yang lebih mendominasi atau menang, niscaya kemiripan terjadi karenanya.” (HR. Muslim no. 469)

Imam An-Nawawi  berkata dalam Syarh Muslim (3/222), “Hadits ini merupakan kaidah yang sangat agung dalam menjelaskan bentuk dan sifat mani, dan apa yang tersebut di sini itulah sifatnya di dalam keadaan biasa dan normal. Para ulama menyatakan: Dalam keadaan sehat, mani lelaki itu berwarna putih pekat dan memancar sedikit demi sedikit di saat keluar. Biasa keluar bila dikuasai dengan syahwat dan sangat nikmat saat keluarnya. Setelah keluar dia akan merasakan lemas dan akan mencium bau seperti bau mayang kurma, yaitu seperti bau adunan tepung.

Warna mani bisa berubah disebabkan beberapa hal di antaranya: Sedang sakit, maninya akan berubah cair dan kuning, atau kantung testis melemah sehingga mani keluar tanpa dipacu oleh syahwat, atau karena terlalu sering bersenggama sehingga warna mani berubah merah seperti air perahan daging dan kadangkala yang keluar adalah darah. Waduh serem pisan ya? hehe.

Nah bagaimana? Apakah anda sekarang sudah tahu apa perbedaan diantara kencing, wadi, mani dan madzi? Jadi gampangnya gini, kalau anda habis orgasme dengan istri anda, atau bagi anda para bujangan yang suka mimpi basah dan keluar mani yang banyak sehingga menyebabkan celana dalam anda basah. Maka anda wajib mandi junub atau mandi besar. Namun, apabila yang keluar cuma madzi yang biasanya cuma cairan bening yang kalau kita lagi horny suka keluar karena terangsang hehehe. Maka anda cukup membasuhnya dan wudhu saja untuk membersihkannya.

Gampang kan..? Jadi jangan bingung kalau nanti tiba-tiba kemaluan anda basah. Coba aja dicek dulu, apakah anda ngompol, cuma terangsang, ataukah sampai muncrat yang menyebabkan celana dalam anda basah dengan sperma xixi.

Komentar

comments

41 Comments

  1. Ramadhan

    sekalian…tolong jelaskan kaitannya kepada puasa, masing-masing jenis air tersebut Mas, biar semua pada tahu.
    Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>