Ketika seorang pria sudah menikah dan mempunyai anak, maka jadilah ia seorang suami sekaligus juga seorang ayah. Yang artinya, anda sebagai orang tua mempunyai kewajiban untuk membesarkan, merawat sekaligus mendidik anak anda baik itu dengan pendidikan yang sifatnya agama maupun duniawi. Dan, mendidik anak itu tak semudah yang dibayangkan. Dalam realitanya, kita memang perlu mendapatkan teori tentang pendidikan anak sebelum kita praktik mendidik anak kita.
Dan diantara pendidikan yang harus kita lakukan terhadap anak, adalah mendidik anak agar mandiri. Ternyata, kemandirian itu tak datang sendiri loh! Kayanya, banyak dari kita yang selalu manja walau sudah besar dan dewasa. Ini dikarenakan sewaktu kecil, kita juga selalu dimanja dan tidak berusaha melakukan apa-apa sendiri. Apalagi yang di rumahnya ada pembantu yang biasa menggantikan melakukan semua pekerjaan rumah. Wah keenakan banget tuh! Nanti, kalau sudah dewasa dan jauh dari orang tua semisal buat kuliah di luar kota, pasti deh repot banget karena gak bisa ngapa-ngapain sendiri.
Sebenarnya keberanian dan kemandirian bisa dibentuk sejak kecil koq. June Thompson, dalam bukunya, Toddlecare, Pedoman Merawat Balita (edisi terjemahan Indonesia, terbitan Penerbit Erlangga), memberikan tips berikut:
- Bangunlah kepercayaan diri si kecil sejak dini. Berikan banyak kasih sayang dan perhatian padanya.
- Berikan dukungan positif kapan pun ia berhasil. Jangan pernah membuat si kecil merasa gagal karena tidak mampu melakukan sesuatu. hal itu hanya akan menghalanginya untuk berusaha melakukannya lagi.
- Dorong ia untuk terlibat berbagai macam aktivitas, semakin banyak rangsangan dan kesempatan mengembangkan kemampuan barunya, besar kemungkinan si kecil menjadi lebih percaya diri dalam melakukan segala hal.
- Dorong ia melakukan berbagai macam permainan, baik sendiri maupun bersama anak lain.
- Ajak ia bersosialisasi, mengunjungi tempat-tempat umum, dan bertamu agar pengetahuan dan pengalamannya bertambah.
- Biarkan ia sekali-sekali membuat keputusan sendiri. Misalnya memilih baju yang akan dipakainya.
- Biarkan ia mengerjakan segala sesuatu sendiri walaupun pada awalnya ia membuat kesalahan.
- Ketika bermain dengan si kecil, hindari bersikap dominan dan selalu memimpin. Bermainlah mengikuti gerakannya dan biarkan ia menjadi pemberi contoh dan gerakan.
- Libatkan si kecil dalam pembicaraan orang dewasa. Namun, hindari berbicara hal yang tidak ia mengerti.
- Sesekali kita perlu sengaja membuat kesalahan bodoh. Misalnya, menulis dengan pensil terbalik atau mengosongkan isi kaleng yang masih tertutup. Biarkan si kecil mengoreksi kesalahan tersebut.
- Dorong ia mengungkapkan perasaan dan idenya.
- Minta maaf bila kita bersikap tidak adil kepadanya.
- Jika si kecil pemalu, doronglah untuk bergabung dengan kelompok kecil. Namun, ia jangan dipaksa.
- Bersikaplah tertarik pada aktivitas si kecil dan jika perlu membantunya. Namun, hindari mengambil alih atau ikut campur.
- Biarkan si kecil membantu mengerjakan pekerjaan rumah walaupun pada kenyataannya ia lebih banyak mengganggu pekerjaan kita. Meniru orang dewasa merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kemandirian.
Semoga bermanfaat
( Sumber: Majalah Intisari Extra)
saya belom punya si kecil eh mas

andank recently posted..Puisi; Ujian
nikah dulu ya hehe
siippp…gan, ane bookmark yaaa…bermanfaat banget neh buat bocah dirumah…
aming recently posted..Komunitas HTML Dan Enjoy HTML
hehe silakan mas
mau tanya, kalau si kecil bergaul dengan lingkungan yg salah akhirnya terbawa sampai kerumah sikap salah itu, apakah harus dimarahi ya?
Hanif Mahaldi recently posted..Jokowi dan Kerumitan Ibu Kota
gak perlu mas.. itu bagian dr sosialisasi anak-anak dengan lingkungannya.. mending anak diberi pengertian aja bahwa sesuatu yang salah tidak perlu untuk diikuti.. jadi anak pun mempunyai filter dalam menyaring mana yang benar dan mana yang salah
Iya biar bisa mandiri, bisa mandi sendiri. Kalau dimandiin terus kan ngrepotin..
papa nya nanti pengen juga minta dimandiin hehehe
Tapi kadang kasihan ketika lagi ndidik mandiri trus dianya kelihatan terbebani banget …
ya jangan dibebani mas..ajari anak mandiri dengan fitrahnya
Pingback: Sifat Fitrah Kaum Pria | themenworlds