Kira-kira apa yang ada di dalam benak anda, ketika menemukan blog dengan kalimat peringatan seperti judul diatas? Mungkin anda akan berpikir bahwa blog itu adalah blog yang isinya gambar anjing yang telanjang dada dan kucing yang tidak memakai celana. Atau malah mungkin isinya adalah cerita sex incest seekor anak ayam jantan dengan ayam betina yang notabene adalah ibunya sendiri di belakang rumah yang disambung oleh kisah pemerkosaan yang dilakukan oleh angsa terhadap bebek hehe.
Kalau memang benar adanya blog itu adalah blog yang berbau lendir, maka anda harus berhati-hati supaya anda tidak masuk dan terpeleset oleh lendir-lendir itu. Menjijikkan ihh..
Tapi koq saya jadi teringat jaman dulu ya, sewaktu saya masih muda dan perjaka hehe. Ketika saya suka maksa ikut saudara untuk nonton film layar tancap di alun-alun desa. Ketika saya masih belum merasakan sweet seventen dan pacaran (Bohong banget..
)
Iya, terkadang karena saya dirasa belum cukup umur. Dan patokan usia dewasa kala itu adalah 17 tahun, maka saya yang masih labil-labilnya selalu saja ingin ikut campur dalam setiap aksi-aksi penuh dosa dan maksiat yang dilakukan oleh para berandal yang notabene masih saudara saya sendiri. Padahal saya selalu diperingatkan bahwa saya belum cukup umur untuk ikut andil dalam aksi jahat paman saya tersebut.
Nah, kalimat belum cukup umur ini yang menyesatkan. Manis tapi menjerumuskan. Seolah-olah gerbang semua kebebasan itu ada di batasan usia yang telah disepakati masyarakat sebagai usia dewasa yang kita bisa bebas berbuat semau kita. Merokok, nonton pelm bokep, pacaran, nongkrong sampai pagi sambil mabok, dan berbagai kegiatan sarat dosa akan dianggap lumrah oleh kaum pria dan wanita yang usianya telah diatas 17 tahun.
Memang sih, seiring bertambah usia manusia itu seharusnya bisa semakin bersikap dewasa. Dewasa ini bukan tandanya boleh untuk nonton film dewasa. Karena terkadang disinilah rusaknya pemahaman tentang hakikat dewasa itu. Seolah-olah ketika ada anak abege yang baru saja merayakan sweet seventeennya itu bisa berbuat seenak perutnya. Bisa bebas keluar malam buat dugem dan sebagainya. Ah disinilah memang peran orang tua sangat mendukung sekali terhadap kondisi perkembangan kejiwaan si anak. Kalau orang tuanya aja bejat, jangan harap si anak akan soleh sendirian. Memang buah mangga gak akan jauh jatuh dari pohonnya.
Oleh karena itu berhati-hatilah dengan usia anda. Jangan pernah sembunyikan aktivitas maksiat kita dibalik banyaknya jumlah usia kita. Harusnya sih tambah tua tambah soleh, jangan malah tambah salah kaprah.
Ngomong-ngomong, blog saya juga sekarang udah dikategorikan untuk usia 17 tahun ke atas loh, banyak konten pernikahan dan rumah tangganya sih hehehe.
Komentar
comments
huuuuuf mu pain yaaaaach
g ngapa-ngapain
usia 17 th memang banyak dijadikan patokan kedewasaan seseorang… sebenarnya gak ada batasan yang jelas dan ilmiah kenapa harus 17 th bukan 18 atau 19 gitu…
hahaha bener-bener apalagi sekarang ini jaman semakin bebas yah
Walah,…. saya kira tadi nekad beneran posting 17-an
agustus kali hehe
yap tambah tua harusnya tambah sholeh!
aamiin hehe
biasanya kalo udah 17+ tu udah bebas gan, hehe
sebuah pembahasan yang menarik,
iya gan bebas..tapi dosa tanggung sendiri
makasih sudah mampir gan..
Kalo masih dibawah 17 tahun blom boleh ya ngomongin pernikahan dan rumah tangga
hehe.. biasanya sih gak gitu mudeng..belum levelnya
saya bangga dan bahagia bagi saya bisa berkunjung & berkomentar sini. salam jumpa semua di dunia online
salam kenal juga mas..
yg penting kan tidak ada konten pornonya mas
hehe iya si mas
hahaa… iya nih, 17 plus plus…
plus banyak ilmu, plus banyak amal
bisa aja ni mas..makasih dah mampir