Di zaman modern seperti saat sekarang ini, sudah dianggap lumrah dan merupakan suatu kewajaran apabila seorang wanita bekerja dan menghasilkan uang untuk dirinya sendiri. Bahkan bisa menjadi sebuah tuntutan ekonomi apabila kondisi sangat mendesak. Begitu halnya dengan seorang istri, terkadang dia harus bekerja karena untuk membantu perekonomian keluarga. Ada yang memang sewaktu masih gadisnya sudah bekerja dan ketika sudah menikah dan berumah tangga pun masih bekerja karena beberapa alasan, ada yang memang mengejar karir, ada yang gak betah di rumah, atau bahkan ada yang karena tuntutan ekonomi dan merasa bahwa penghasilan suaminya belum mencukupi besarnya kebutuhan keluarga.
Memang tidak salah apabila wanita bekerja, apalagi tujuannya mulia ingin membantu suami dalam hal keuangan keluarga. Namun lain halnya apabila dalam praktiknya, istrilah yang lebih banyak memegang peranan dalam masalah keuangan. Karena apa? Karena penghasilan istri lebih besar dari suami. Memang, suami boleh saja berbangga dengan kondisi ini. Namun jangan heran, apabila suatu saat kondisi ini akan menjadi bumerang bagi suami karena biasanya dengan kondisi penghasilan istri lebih besar dari suami, akan menjadikan istri lebih berkuasa dan bertindak seolah-olah kepala dalam rumah tangga.
Apabila kondisi ini yang terjadi, maka siap-siaplah untuk banyak mengkomunikasikan hal ini. Apabila anda sebagai suami, maka anda haruslah mempunyai wibawa dan tetap menjaga harga diri anda di depan istri anda. Jangan mentang-mentang karena istri sudah mempunyai penghasilan sendiri, lantas anda santai saja tanpa memberikan kewajiban anda sebagai suami yaitu memberikan nafkah berupa materi yang layak untuk istri anda. Karena konteksnya itu dalam ranah rumah tangga yang normal, jadi tempatkanlah segala sesuatunya pada koridornya. Sehingga istri pun akan tetap menghormati anda sebagai suami yang bertanggung jawab penuh kepada keluarga.
Namun, jika kondisi sebaliknya. Misalkan istri jadi sering membantah dan mengatur-atur suami dikarenakan besarnya penghasilannya itu. Maka anda wajib menasihatinya, karena tetap saja walaupun dalam hal keuangan statusnya berbeda, tapi dalam hal tampuk kepemimpinan dan hak untuk dita’ati maka itu sudah menjadi ketentuan yang mutlak ada pada tangan suami. Mungkin anda bisa menyuruhnya berhenti bekerja dan berjanji akan memenuhi semua kebutuhannya. Atau tetap bekerja, namun ingatkan untuk tetap ta’at dan patuh terhadap suaminya.
Semua ini memang butuh komunikasi yang intens. Permasalahan ini kadang selalu menjadi hal yang rumit. Jujur saja, memang benar koq faktor keuangan itu adalah salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kondisi rumah tangga seseorang. Jadi alangkah baiknya apabila pasutri bisa bersikap saling dewasa dan legowo di setiap kondisi. Mengejar harta boleh saja, tapi membangun keluarga yang harmonis itu tujuan utama kita bukan?
waduh, kalo suami istri pasti banyak masalah yang melanda ya mas
pastinya hahaha..(galau
)
terima kasih atas sharenya gan,…
sama-sama gan hehe
penghasilan istri saya juga sekarang lebih besar nih,
dan saya harus berjuang keras supaya kondisi ini tidak berlarut-larut ..
Suami kan tugas pokoknya menafkahi istri, bukan sebaliknya
hehehe benr-bener..yuk semangattt
Legowo ? Hehehehehehe……..sekarang ini yang banyak terjadi banyak istri justru tidak merasa legowo karena perbedaan penghasilan itu, kalau sang suaminya malas sih itu wajar si istri jengkel lalu mempermasalahkan perbedaan pendapatan, tapi yang terjadi adalah banyak istri yang ketika penghasilannya lebih dari suami mereka mulai memandang suami mereka “gak selevel” dengan mereka, walaupun tidak diungkapkan secara langsung tapi dari sikapnya jelas kelihatan
hehe sudah pasti dalam konteks laki-lakinya bener bekerja namun kondisinya masih minim.. memang sangat disayangkan harusnya kan bahu membahu
bahaya juga tuh . besok kalo saya punya istri, mendingan istri saya dirumah jaga anak-anak
hehe bener banget mas