Dunia Ayah, Dunia Suami

Ikatan Suami Sayang Istri

Jika anda sering nonton komedi situasi “Suami Takut Istri“, maka anda akan mendapatkan sebuah stigma miring tentang timpangnya peran suami di dalam keluarga. Betapa tidak? Suami yang sekiranya menjadi seorang pemimpin dalam keluarga, malah tertindas dan terintimadasi oleh istrinya sendiri. Saya sebagai suami sangat miris melihat tayangan ini dan sekaligus malu karena ternyata realita di lapangan memang banyak suami-suami yang takut sama istrinya hehe.

By the way, mengapa tidak kita ganti saja stigma “Suami Takut Istri” itu menjadi “Suami Sayang Istri“. Walau pada hakikatnya, kasih sayang itu tidak hanya tercurah dari salah satu pasangan saja. Namun sebagai suami, saya merasa memang pantas dan harus sayang sama  istri sendiri. Istilah ketakutan dalam menghadapi pasangan itu harusnya ditiadakan, memangnya pasangan kita itu monster? :D

Memang, dalam realita rumah tangga terkadang ada satu kondisi yang mengharuskan suami untuk rela mengalah pada istrinya. Misalnya ketika istri lagi manja dalam masa-masa kehamilannya. Pada kondisi ini, suami dituntut untuk siap siaga dalam berbagai kondisi. Jangan mengatakan “Tidak” kecuali terpaksa. Misalnya, ketika istri lagi ngidam dan bilang sama suaminya, ” Mass… pengen yang asem-asem, beliin mangga sih mas sekilo di pasar” Nah, kalau lagi gini, naluri suami harus spontan untuk segera ngambil motor dan pergi ke pasar. Tapi kalau istri minta yang aneh-aneh, ya katakan tidak dengan disertai alasan yang logis. Misal, ketika anda dan istri lagi jalan-jalan di kebun binatang, tiba-tiba istri melihat anak singa di kandangnya lagi dikelonin sama ibunya. Dan spontan istri anda merengek ” Mas … Lucu banget anak singanya, tolong ambilin si mas..pengen megangin” Nah kalau situasinya kaya gini, anda berhak untuk mengatakan “TIDAAAAKKKK..!! Lo mau gue mati yaa dimakan ibunya? ” Huahaha.

Sebenarnya ketika seorang suami menuruti keinginan istrinya itu bukanlah dikatakan sebagai ketakutan terhadap istri. Tidak semua ya.. Misal, Ketika istri baru melahirkan dan ternyata tidak ada pembantu. Maka tidak perlu lagi disuruh istri, anda sebagai suami langsung sigap mencuci pakaian anda, istri dan bayi anda tentunya. Masa, istri yang repot ngurusin bayi harus direpotin juga buat nyuci baju. Maka dari itu, insting sosial anda sebagai suami harus lebih sering peka disini. Kalau anda dulu termasuk tipe pria egois, maka ketika sudah menjadi suami, hilangkan perasaan egois itu, karena egois hanya akan menjadikan anda dan istri menjadi jauh. Dan satu lagi buang-buang jauh rasa gengsi anda, toh dengan begitu orang-orang akan menilai anda sebagai suami yang hebat.

Satu contoh juga, kalau dulu kerjaan anda adalah nongkrong di mall, maka setelah nikah harus rela turun derajat jadi nongkrong di pasar. Kalau enggak ngebuntutin di belakang istri sambil bete dengerin istri yang lagi nawar harga ikan, paling banter anda bete sendirian nunggu di parkiran pasar sambil nungguin istri ngubek-ngubek pasar 1 jam lamanya. Huahaha, asem..pengalaman nih ye :D  Atau yang paling bikin bete adalah, ketika asik-asik maen game ternyata istri anda nyuruh beli garam ke warung karena garam di dapur habis dan istri gak bisa ninggalin masakannya. Mau marah nanti gak dikasih makan, mau berangkat males banget. Bayangin pergi ke warung sambil bawa duit serebu.. ” Ibu.. beli..garam dong!” Nanti kata si Ibu Warung bilang ”Aduuh.. mas nurut banget ya mau disuruh-suruh sam istri“! Sial.. :P

Tapi memang sih pada akhirnya saya nyadar juga sebagai suami, saya harus rela dan ikhlas membantu istri. Istri sudah cape ngajar di sekolah, siangnya ngasuh Arfa, sorenya masakin makanan, belum malem-malem nemenin begadang bikin RPP dan administrasi sekolah. Sementara saya, tidak banyak kerjaan saya, kalau lagi nyantai malah ngotak-ngatik blog saja :D  Ah jadi malu..

Untuk itu, saya sebagai pelopor suami sayang istri. Mengajak para suami untuk belajar menyayangi istrinya masing-masing. AWAS!! Jangan menyayangi istri tetangga! Hehehe. Membantu pekerjaan istri adalah sebuah keniscayaan. Jadi jangan malu dan gengsi lagi, setelah membaca ini cepat pergi ambil sapu atau kain pel Huehehe.

Komentar

comments

22 Comments

  1. liyin

    Mantap…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>