Sebagai seorang suami, saya sangat merasa bahagia ketika mendengar kabar bahwa istri saya waktu itu hamil. Memang, walaupun sempat ‘kosong’ beberapa bulan namun itu tidak membuat saya dan istri putus asa untuk terus berdo’a dan berusaha supaya kami cepat diberikan momongan oleh Yang Maha Kuasa. Dan alhamdulillah kini anak saya sudah berusia 5 bulan.
Banyak sekali pasangan yang mengeluhkan masalah ‘seret’nya keturunan ini. Dan perlu diketahui bahwa banyak pula faktor penyebabnya yang harus kita identifikasi sejak dini. Salah satunya adalah keguguran berulang.
Perlu diketahui, bahwa keguguran itu tidaklah mengharuskan gugurnya sesuatu yang sudah ada bentuknya seperti sudah ada ari-arinya, namun ada yang lebih ringan dari itu semua sesuai dengan fasenya.
Keguguran memang sering dialami oleh sebagian besar kaum ibu, terutama yang usia pernikahannya masih muda. Namun kebanyakan dari mereka tidak bisa memahami atau bahkan malah menganggap sesuatu yang lumrah seperti darah haid biasa, bukan darah keguguran. Keguguran bisa terjadi kapan saja, khususnya setelah adanya pembuahan, baik yang umurnya baru setengah bulan, sebulan atau 4 bulan.
Besar kecilnya gumpalan darah yang keluar dipengaruhi oleh umur calon janin tersebut. Oleh sebab itu, karena pembuahan belum pasti terjadi pada hubungan badan yang pertama (setelah suci dari haid), sehingga sangat mungkin terjadi perbedaan besar kecilnya gumpalan darah yang keluar meskipun antara dua orang istri, misalnya, sama-sama terlambat satu pekan. Perhatikan contoh di bawah ini:
Wanita A memiliki siklus haid 27 hari, masa haid 7 hari, terlambat 10 hari, dan pada hari ke-8 setelah suci dari haid, melakukan hubungan intim (dan anggaplah langsung terjadi pembuahan). Wanita B memiliki siklus haid 27 hari, masa haid 7 hari, terlambat 10 hari, tetapi hubungan badan dilakukan pada hari ke-15. Dari kedua data di atas bisa diperhitungkan sebagai berikut:
Umur calon bayi= siklus haid – masa haid + kemunduran = hasil – pembuahan
Data A. Umur calon janin = 27-7+10=30-8 = 22, jadi calon janin baru berumur 22 hari.
Data B. Umur calon janin = 27-7+10=30-15=15, jadi calon janin baru berumur 15 hari.
Dari perhitungan di atas tampak bahwa meskipun masa haid adan terlambatnya sama, ternyata umur janin berbeda. Oleh sebab itu, wajarlah jika gumpalan darah yang keluar juga berbeda.
Untuk itu bersabarlah, lakukan terapi semampu anda, jangan berputus asa dan ingin cepat menerapkan hasilnya. Jika telah datang masa haid, perhatikan bagaimana bentuknya kalau perlu sebaiknya anda tulis kapan anda melakukan hubungan badan sehingga dapat memperkirakan umur dari gumpalan darah tersebut untuk memahami keanehan yang keluar.
Adapun penyebab dari kasus keguguran berulang ini paling tidak, ada tiga permasalahan yang dapat menyebabkannya:
- Faktor dari ibu
- Faktor kagagalan hasil pembuahan.
- Faktor gabungan.
Faktor yang terbesar yang menyebabkan permasalahan ini adalah faktor yang berasal dari ibu. Setiap kelemahan yang ada pada diri seorang wanita akan sangat berpengaruh terhadap kenormalan calon janin/bayi. Terutama pada permasalahan rahim dan fisiknya. Wanita yang memiliki fisik lemah sering mengalami hal ini, terutama setelah menikah dan bebannya makin bertambah.
Selain beban psikologis, seorang istri juga memiliki banyak pekerjaan rumah tangga yang menguras tenaganya, semisal mencuci, memasak, menyapu, menyiapkan makanan, dan lain-lain. Dan hal ini akan bertambah berat jika istri sedang mengalami haid atau sedang mengandung.
Adapun solusi untuk permasalahan ini adalah dengan terapi memperbaiki kondisi rahim, disamping perlu juga memperbaiki kondisi fisik secara umum. Untuk terapi memperbaiki kondisi rahim yang aman dan tidak membutuhkan banyak biaya adalah:
- Perbanyaklah mengonsumsi lalapan daun papaya
- Perbanyaklah mengonsumsi daun baru cina, daun papaya, dan sekam padi.
- Untuk sementara ringankan beban rahim dengan cara mengurangi berhubungan badan. Jika mampu menghindari selama dua bulan, maka lebih baik.
- Banyaklah makan semangka, mentimun atau labu.
Demikianlah sedikit penjelasan mengenai keguguran berulang ini. Semoga dengan mengetahui penyebab dan solusinya anda (khususnya para istri) bisa mewaspadainya sejak awal. Semoga bermanfaat!
Sumber: Rubrik Konsultasi Pengobatan Alami Majalah Al Mawaddah.
hanya bisa nyimak karna belum punya istri, mungkin nantinya dapat saya baca ulang.
hehe ya g papa nanti kalau udah punya istri kan dah pinter
ma kasih infonya pap…
sama-sama mba
alhamdulillah jangan sampai deh istri keguguran, atau istri manapun pasti gak mau keguguran, pengennya sehat-sehat ya, amin..
oh ya kang alhamdulillah udah lahiran istri, alhamdulillah secara normal dengan induksi
, hatur nuhun piduana nya
iya kang.. alhamdulillah barokallahufikum.. wilujeung janten bapa..
Wah….
Ga ngerti saya soal haidnya isteri malah.
Bulan kemarin sdh sempat telat, tapi hari keberapa gitu jadi haidh malah
Musti banyak belajar dr Papa Arfa neh.
biar segera punya momongan
hehe aamiin saya do’akan semoga cepet