Motivasi Hidup

Menentukan Tujuan Berumah Tangga

Menikah dan berumah tangga adalah sebuah fase yang mau tidak mau manusia akan menjalaninya. Walaupun terkadang pandangan setiap orang berbeda-beda dalam mendeskripsikan kesiapan mereka untuk menikah dan berumah tangga, namun saya yakin setiap orang pasti sudah mempunyai rencana kapan mereka akan menikah dan berumah tangga.

Mungkin diantara anda kini banyak yang mengharapkan untuk segera menikah dan merasakan bagaimana rasanya berumah tangga, khususnya bagi anda yang memang sudah memasuki usia siap nikah. Tapi mungkin banyak juga diantara anda yang masih cuek saja dalam urusan ini karena merasa belum cukup usia dan segalanya, dan tentu yang lebih parah ada sebagian orang yang memang enggan untuk menikah atau takut untuk menikah dan berumah tangga hanya karena tidak ingin terbebani dengan berbagai kewajiban dalam rumah tangga.

Menikah memang bukan perkara sepele dan main-main. Orang meyakini bahwa menikah adalah sebuah peristiwa sakral yang hanya terjadi seumur hidup. Dan oleh karena itu, niat awal dari menikah haruslah dipikirkan dengan sangat matang oleh pasangan yang kini sedang mempersiapkan acara pernikahannya dalam waktu dekat ini.

Merumuskan tujuan menikah dan berumah tangga memang akan kembali ke niat awal dari pasangan itu sendiri dalam menilai esensi menikah dan berumah tangga yang sangat besar nilainya. Apabila menikah hanya karena menutupi aib masa lalu, menikah hanya karena pacar sudah hamil duluan, menikah hanya karena malu bertahun-tahun pacaran, menikah hanya karena melihat calon pasangan yang bergelimang harta, dan masih banyak lagi tujuan menikah yang dikambing hitamkan maka saya yakin pernikahan anda tidak akan lama dan hanya akan berakhir di pengadilan agama untuk menjalani sidang perceraian.

Tujuan pernikahan sama seperti dengan tujuan hidup. Karena banyak orang yang terbuka hatinya dan mulai menata hidup semenjak mereka menikah. Sebagaimana saya merasakan, bahwa saya semakin bisa merasakan nilai kehidupan setelah saya menikah dan berumah tangga. Bayangkan saja, ketika masih sendiri mungkin anda akan cuek dan tidak akan begitu repot apabila anda tidak mempunyai uang sepeser pun. Solusi pertama anda mungkin akan ngutang ke warung makan, atau minjam uang dulu ke teman anda. Tapi bagaimana halnya ketika anda sudah menikah dan berumah tangga? Sementara istri dan anak anda juga harus anda penuhi kebutuhannya. Maka dari itu, apabila ada suami yang masih mengganggur dan cuek dengan beban rumah tangga yang harus dipikulnya maka keputusan anda untuk menikah adalah salah besar karena anda masih menyamakan kehidupan anda ketika masih bujangan dengan kehidupan anda setelah menikah yang memiliki banyak tuntutan dan kewajiban.

Akhir kata, marilah kita untuk sama-sama mempersiapkan tujuan pernikahan kita sebelum kita masuk ke gerbang pernikahan. Untuk apa kita menikah? Jawaban atas pertanyaan ini yang harus anda siapkan sejak kini. Dan bagi yang sudah menikah, anda bisa mengikuti revisi apabila memang dirasa harus memperbaiki tujuan anda. Karena rumah tangga tanpa tujuan, maka akan seperti bahtera tanpa rute dan tujuan yang akan dicapainya. Mungkin ia bisa saja sampai di satu pulau namun tak berpenghuni, mungkin ia akan terus berada di lautan luas sampai kehabisan perbekalan atau malah karam ditelan samudera karena badai besar menghantamnya. Jadi.. Bagaimana dan apa tujuan anda?

Komentar

comments

6 Comments

  1. Foto si kecil mana mas? Blog pribadi apa sudah ngga ada??

    • hehe blog pribadi belum bikin lagi mas :)

  2. Tujuan memang penting, karena kesamaan pemikiran lebih menjamin keistiqomahan dalam menjalani rumah tangga. perbedaan sifat tak apa selama tujuan sama. kalo uda punya pegangan, goyang dikit bisa langsung pegangan.. nice post! salam :)

    • hehe bener wah kemana aja nih mas :)
      yang penting kan visi dan misi yang sama..

  3. Mainkan :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>